Sabtu, 23 Maret 2019

LOBBY, NEGOSIASI DAN PRESENTASI

Hasil gambar untuk GAMBAR LOBBY NEGOSIASI PR

LOBBY NEGOSIASI DAN PRESENTASI

HAI!!!
Balik lagi sama aku HAFAZHATILMADANI

lanjut lagi dalam isi bloggku.

komunikasi: komunikator-------------------------komunikan

A-------------A
B-------------B
komunikat
comunicate

Yang harus disiapkan sebelum negosiasi
- penampilan
- proposal/materi
- kesiapan

NEGOSIASI

    - Phil Baguley -> "kegiatan yang di lakukan untuk menetapkan keputusan yang di dapat disepakati dan diterima oleh kedua belah pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan di lakukan di masa mendatang"

NEGOSIASI

     - Suatu proses yang di mulai ketika suatu pihak menganggap bahwa pihak lain memiliki pandangan, sikap, anggapan, yang berbeda terhadap hal-hal yang merupakan interest/kepedulian dari pihak lainnya.

KARAKTER DALAM NEGOSIASI

1. Senantiasa melibatkan orang, sebagai individu maupun perwakilan institusi (sendiri atau dalam kelompok)
2. Memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi dari awal samapi akhir negosiasi.
3. Menggunakan cara-cara pertukaran suatu baik berupa tawar menawar (bergain) maupun tukar menukar (barter)
4. Hampir selalu berbentuk tatap muka yang menggunakan bahasa lisan, gerakm tubuh maupun ekspresi wajah (body language)
5. Biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi
6. Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan tersebut misalnya kedua belah pihak "sepakat utnutk tidak sepakat"

KONFLIK DALAM NEGOSIASI

1. Pandangan kaum tradisional -> konflik adalah buruk dan karenanya harus dihindari
2. Pandangan kaum human relations -> konflik adalah gejalah biasa alias ilmiah (natural)dan tidak dapat di hindari dari setiap kelompok
3. Pandangan kaum interaksionist -> konflik tidak saja memiliki kekuatan postif di dalam kelompok, tetapi merupakan hal yang mutlak di perlukan oleh kelompok agar tidak dapat menunjukkan kinerja efektif

KONFLIK FUNGSIONAL VS KONFLIK DISFUNGSIONAL
1. Konflik fungsional (positif): konflik yang menunjang tujuan-tujuan kelompok/individu
2. Konflik disfungsional (negatif): konflik yang menghambat/mengganggu kinerja individu/kelompok/organisasi. Bisa jadi terjadi karena apabila salah satu atau kedua belah pihak menciptakan suatu kondisi yang lebih lanjut. Muncul perasaan kecewa, cemaas, tegang atau perasaan bermusuhan.

ALTERNATIF PENYELESAIAN KONFLIK
M-K: 1-2
M-K: 3-4

KUADRAN 2: MENANG-KALAH
- Disebut juga kuadran "persaingan"
- Kita memenangkan konflik dan pihak lain kalah
- Gaya ini sangat tidak mengenakan bagi pihak yang sangat terpaksa yang membutuhkan penyelesaian cepat dan tegas.

KUADRAN 3: KALAH-MENANG
- Disebut juga kuadran mengakomodasi
- Kita yang kalah, mereka yang menang
- Memposisikan diri untuk mengakomodasi kepentingan pihak lain
- Digunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar, mengurangi ketegangan akibat konflik atau menciptakan perdamaian (setidaknya untuk sementara waktu
- Mengalah dalam arti positif: esensi kebesaran jiwa dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya dapat menuju ke masalah pertama.

KUADRAN4: KALAH-KALAH
- Gaya ini justru menghindari konflik alias mengabaikan masalah
- Kedua bela pihak tidak sepakat untuk kesepakatan untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik
- Kita tidak perlu memaksakan dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu pihak yang dimiliki atau di kuasai pihak lain
- Cara ini hanya efektif untuk maslaah-maslaah yang ringan.

NEGOTIATON TRIANGLE
- HEART -> karakter atau apa yang ada di salam hati kita yang menjadi sadar dalam melakukan negosiasi.
- HEAD -> metode atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi
- HANDS -> kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukkan jam terbang kita menuju keunggulan atau keahlian dalam bernegosiasi.

PRINSIP NEGOSIASI
---------- TORI ------------
1. T -> trust (percaya)
2. O -> opennes (terbuka)
3. R -> responsible (saling bertanggung jawab)
4. I -> interdependency ( saling ketergsntungan antara satu dengan yang lain.

SYARAT-SYARAT MENJADI NEGOSIATOR YANG BAIK
- Terpercaya (credibel)
Bersumber pada sikap formal/informal yang menyenangkan atau luwes
- Percaya diri (Self confidance)
Di perbolehkan melalui pengalaman dan pergaulan yang luas, kepribadian yang baik dan kuat, emosi yang stabil dan pengalaman pribadi
- Menguasai substansi materi
Di pengaruhi oleh jumblah informasi yang diterima dan dikumpulkan, termasuk pengaturan/pengolahan informasi yang akan di gunakan dalam bernegosiasi
- Menguasai teknik berkomunikasi
Di perlukan guna mengindari deadlock, membangun mutual understanding (pengertian bersama)

HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Menilai terlampau dini dan puas dengan solusi pertama
2. Selalu didasarkan pada pikiran menang atau kalah (terutama 'kita' sebagai pemenang dan 'mereka' sebagai pecundang)
3. Selalu berpikir bahwa masalah yang akan diselesaikan adalah masalah lawan dan bukan msalah bersama
4. Selalu menggunakan standar negosiasi dengan kekuasaan/kekuatan dalam meyakinkan lawan

LANGKAH-LANGKAH NEGOSIASI
- Persiapan: tentukan secara jelas alternatif apa yang ingin kita capai dalam negosiasi
- Pembukaan: tentukan atmosfer atau suasana yang tepat. Pada fase ini, ciptakan prakondisi yang pleasent (menyenangkan), assertive (tegas), dan firm (teguh pendirian). basa basi kadang-kadnag di perlukan juga.
- Negosiasi: sampaikan keinginan anda. Tunggu sampai keadaan betul-betul memungkinkan, jika perlu jangan hanya membuat dua pilihan ya dan tidak.

Empat Pola Perilaku Negosiasi
1.     Moving against (pushing) : Menjelaskan, memperagakan, mengarahkan, mengulangi, menjernihkan masalah, mengumpulkan perasaan, berdebat, menghimbau, menghakimi, tak menyetujui, menantang, ,menunjukkan kelemahan pihak lain.
2.     Moving with (pulling) : Memperhatikan, mengajukan, menyetujui,mengungkapkan perasaan-perasaan orang lain.
3.     Moving away (withdrawing) : Menghindari konfrontasi, menghindari hubungan dan sengketa,tak menanggapi pertanyaan.
4.     Not moving (letting be) : Mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada "here and now"

Tujuan Negosiasi
1.     Untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
2.     Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama.
3.     Untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana masing-masing pihak meresa menang (win-win solution)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar