JADI di tengah maraknya kasus covid-19 atau yang lebih di kenal dengan corona membuat perguruan tinggi negri maupun swasta meliburkan dulu aktifitas belajar mengajarkan, bukan di diliburkan lebih tepatnya belajar di rumah ataupun kuliah online. Tugas juga sering kali menumpuk banyak yang sering mahasiswa sebut dengan Tugas Onlennnnn.
Tidak hanya perguran tinggi sekolah pun di liburkan, bahkan Ujian Nasional-pun di tiadakan. Kasian sekali ya mereka hanya coret-coretan Online hahaa.
tidak hanyak itu, mall pun di tutup sampai tanggal 14 April. Tetapi nampaknya kasus ini tidak akan ada habisnya, maka entah sepertinya di panjangkan mungkin.
Jadi di tengah Cocid-19 ini, saya pribadi belajar onlen mata kuliah sinematografi ini yah membaca bukunya atau menonton film. Bahkan sebelum bu Nita menyuruh untuk meriview film, saya sudah sengang sekali memang menonton film. Film apa saja, jangan film dewasa, gapapa sih sesekali ahaha.
Bagi saya, menonton film itu like a habit yah, apalagi drama korea suka banget hehe. Dan jugaaaa, film-film yang di tonton ini sesekali jika saya membaca bukunya ohh jadi tau jadi ini tuh gini, jadi filmnya tuh gini, ohh iyaiya jadi saya itu mengudara sendiri jika membaca buku atau menonton film terlebih dahulu.
Menurutku juga belajar di rumah itu membosankan dan bikin jenuh sekali, karena nggk bisa berbagi cerita dengan teman-teman kampus, atau nggk bisa nongkrong di kantin kampus, dan lebih jenuhnya lagi nggk bisa nyontek hmmm.
Kalian kalau belajar dirumah harus banget di selingi dengan menonton film, banyak banget rekomendasi film-film bagus sangat extiedt bgt. dan saya juga suka banget nonton film sangat suka sekali.
Bukan cuma film baca-baca referensi buku juga sangat baik banget, jadi jangan suka males baca buku ya gius hehe
Nggak enak banget belajar sendiri dirumah. Enakan rame-rame bisa tukar pikiran juga, diskusi bersama dan juga berbagai hal menarik lainnya. Kangen ngampus kangen temen-temen, kangen dosen-dosen kalo tugas kangen? Kayanya nggak deh hehe. Semoga aja wabah covid ini cepert berakhir bisa ke kampus, sholat jumat bagi kaum laki-laki di masjid. Dan hangout seru lagi, capek #dirumahaja
Hafazhatilmadani
0118022
Senin, 06 April 2020
Jumat, 17 Mei 2019
Seminar: Peran Literasi dalam mengembangkan parawisata di Sumatra Selatan
Seminar
Seminar yang di adakan di Gramedia World palembang tanggal 11 Mei 2019 kemarin
membicarakan tentang parawisata yang ada di palembang.
Dengan pemateri Ibu dosen kita sendiri sumarni bayu anita sebagai ketua Genpi SumSel. Evan dari rumah belajar ceria sebagai pengiat literasi dan Karan sebagai mahasiswa ilmu komunikasi stisipol candradimuka.
Di seminar ini kami menayangkan juga para pemenang film dalam ajang film cafifest kemarin.
Cafifest
Bukan mau nampilin foto aku sendiri, tapi itu foto ketika di suruh share foto momen cafifest. Disitu jadi panitia sihh
Cafifest yaitu Candradimuka Film Festival, yang di adakan pada 30 April 2019 yang lalu. Dimana seluruh anak komunikasi membuat film karya sendiri-sendiri.
Kalo dalam kelompok aku itu banyak banget drama-darama dalam take film, lain kali males banget gue satu kelompok sama orang itu bete banget jadinya.
Hmmm... Film-film yang di tayangi itu keren-keren menurut aku yang paling keren itu kalo horor yaitu Paranoid, dan comedi itu nggak ori.
Etika PR/ Etika Perhumasan
Pengertian Etika, Kode Etik dan Fungsi Kode Etik
Profesi
Pengertian Etika
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani
“ethos” yang bearti adat istiadat/ kebiasaan yang baik. Etika adalah ilmu
tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Etika
juga dapat diartikan sebagai kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan
akhlak, nilai yang mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
Pengertian
Profesi
Profesi
adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut
keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang
tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus diperuntukkan
untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang
menekuni suatu profesi tertentu disebut professional, sedangkan professional sendiri
mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi
dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai
dengn profesinya.
Pengertian
Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis,
1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan
professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai
pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode
etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang
secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan
tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar
atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya
kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi
perbuatan yang tidak professional.
Pengertian
Kode Etik
kode
etik profesi merupakan
suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat
tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode
etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode
Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis
dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan
atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional
memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik
akan melindungi perbuatan yang tidak profesional
Fungsi
Kode Etik Profesi
Kode
etik profesi itu merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai
seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga
hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:
a) Kode
etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip
profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi,
pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang
tidak boleh dilakukan.
b) Kode
etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang
bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan
kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi,
sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja
(kalangan sosial).
c) Kode
etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang
hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa
para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak
boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
Dalam lingkup TI,
kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma
dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan
klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta
organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang
profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program
aplikasi.
Seorang profesional
tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan
seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user,
ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi
tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya:
hacker, cracker, dll). Kode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari
etika profesi.
Jika para profesional TI melanggar kode etik, mereka
dikenakan sanksi moral, sanksisosial, dijauhi, di-banned dari pekerjaannya,
bahkan mungkin dicopot dari jabatanny
Comunity Relations
Community
relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi
dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling
pengertian. Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations,
maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah
dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung
dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar
organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama
dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan
melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini
fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang
dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi
komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program
community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama
organisasi dan komunitas.
Unsur-unsur Community Relations
- Kesejahteraan
komersial
- Dukungan
agama
- Lapangan
kerja
- Fasilitas
pendidikan yang memadai
- Hukum,
ketertiban dan keamanan
- Pertumbuhan
penduduk
- Perumahan
beserta kebutuhannya yang sesuai
- Perhatian
terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
- Kesempatan
bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi
Manfaat Community Relations
- Komunitas
pada organisasi
–
Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
–
Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
–
Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang
bermutu.
- Organisasi
pada Komunitas
–
Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
–
Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur
Contoh Kegiatan Community Relations
Aktivitas
Kepedulian Sosial Toyota di Indonesia
Untuk
meningkatkan performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota Indonesia
mendirikan departemen Community Relations dan Community Development dalam
struktur organisasi. Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam
empat kelompok besar, yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan
keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami didesain untuk
meningkatkan taraf hidup komunitas sekitar Toyota.
Kegiatan-kegiatan
Community Relations dan Community Development Toyota Indonesia di antaranya
adalah:
1. Infrastruktur
a. Renovasi gedung sekolah
b. Renovasi jalan
c. Pembangunan penerangan jalan
d. Renovasi rumah tinggal
e. Lain-lain
a. Renovasi gedung sekolah
b. Renovasi jalan
c. Pembangunan penerangan jalan
d. Renovasi rumah tinggal
e. Lain-lain
2. Kesehatan dan Kebersihan
a. Pembangunan MCK
b. Pembangunan sarana air bersih
c. Penanganan hama
d. Program peningkatan gizi
e. Bantuan ambulans
f. Lain-lain
3. Kegiatan
Keagamaan
a. Sumbangan Hari Raya
b. Renovasi tempat ibadah
c. Lain-lain
a. Sumbangan Hari Raya
b. Renovasi tempat ibadah
c. Lain-lain
4. Pemberdayaan
Masyarakat
a. Budidaya ikan air tawar
b. Budidaya jamur merang
c. Budidaya tanaman buah-buahan
d. Pelatihan ketrampilan komputer, menjahit & otomotif
e. Industri rumah tangga
f. Lain-lain
a. Budidaya ikan air tawar
b. Budidaya jamur merang
c. Budidaya tanaman buah-buahan
d. Pelatihan ketrampilan komputer, menjahit & otomotif
e. Industri rumah tangga
f. Lain-lain
5. Lain-lain
a. Bantuan pada Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan lain
b. Bantuan pada keamanan swadaya (hansip)
c. Bantuan peringatan Hari Besar Nasional
d. Lain-lain
a. Bantuan pada Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan lain
b. Bantuan pada keamanan swadaya (hansip)
c. Bantuan peringatan Hari Besar Nasional
d. Lain-lain
Media Relations
Pengertian dan Teknik Media Relations. Bagaimana Hubungan Media di Era Internet?
Media Relations (Hubungan Media) –disebut juga Press Relations— adalah aktivitas menjalin hubungan baik
dengan wartawan, kalangan pers, atau media massa.
Hubungan media merupakan bagian dari tugas pokok dan
fungsi dilakukan humasatau
PR sebuah instansi. Tujuan utama media relations adalah membangun citra positif
(image building) sebagai tugas utama
humas.
Media Relations dilakukan guna memperoleh publisitas,
pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin.
Bentuk Media Relation paling populer adalah Siaran Pers (Press Release) dan Konferensi Pers (Press Conference).
Umumnya keberhasilan dan popularitas seorang tokoh atau
sebuah instansi/organisasi dicapai berkat keberhasilannya membangun hubungan
baik dengan media.
Dengan terjalinnya hubungan baik itu, media potensial
senantiasa mempublikasikan setiap kegiatannya yang positif dan “berhati-hati”
dalam pemberitaan yang negatif.
Menurut Al & Laura Ries dalam buku The Fall of
Advertising and The Rise of PR, untuk dapat memenangi kompetisi atau
satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetitor adalah dengan cara memenangkan
“pertempuran” di media massa.
Media Relations wajib dilakukan Humas (Public Relations)
sebuah lembaga agar berdampak pada meningkatnya brand
image atau popularitas.
Liputan atau pemberitaan yang baik di media akan
memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan
pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat
pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada perusahaan.
- Meningkatkan citra perusahaan.
- Meningkatkan kepercayaan publik
terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
- Meningkatkan point of selling
dari produk dan jasa.
- Membantu perusahaan keluar dari
komunikasi krisis.
- Meningkatkan relasi dari
beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan,
perusahaan-perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.
Pemahaman Media
Media Relations membutuhkan pemahaman tentang media,
meliputi hal-hal sebagai berikut:
- Editorial Policy, yaitu kebijakan redaksional
–kriteria berita/tulisan yang layak muat (fit to print) atau layak siar
(fit to broadcast) berdasarkan visi, misi, dan rubrikasi media.
- Frequency of Publication –periode terbit, yaitu
harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya.
- Copy Date atau Dead
Libe –batas
waktu masuknya berita ke editor/redaksi.
- Printing Process –proses percetakan atau
penerbitan.
- Circulations Area –cakupan wilayah sebaran
media atau jangkauan pembaca/audiens.
- Readership Profile -karakteristik pembaca,
penonton, atau pendengar, dari segi kelompok umur, jenis kelamin, tingkat
sosial, profesi, hobi dan minat, kebangsaan, kelompok etnis, agama, dan
orientasi politik.
- Distribution Method — cara penyebaran media,
misalnya dijual eceran di toko buku, eceran langsung di terminal, rumah
ke rumah, atau berlangganan. (Jefkins, 1991).
PR Writing: Penulisan Humas
Jenis-jenis naskah untuk dikirim/dimuat di media massa
antara lain:
- Press Release — informasi
tertulis atau naskah berita.
- Feature –karangan khas.
- Artikel –naskah opini.
- Advertorial (Pariwara)—iklan berupa
berita, feature, atau artikel.
- Surat Pembaca –misalnya
memberikan Hak Jawab.
- Press
Conference (Konferensi Pers) —mengundang wartawan untuk berdialog dengan materi
yang telah disiapkan (Press Kit, Media Kit).
- Press Briefing (Jumpa Pers) –penyampaian
informasi dalam sebuah kegiatan.
- Special Event —kegiatan khusus yang melibatkan
media, misalnya menjadi sponsor lomba penulisan jurnalistik.
- Media Visit (Kunjungan Media) –berkunjung
ke kantor media.
- Undangan Peliputan —mengundang wartawan untuk
meliput acara.
- Press Gathering –mengundang media untuk
berkumpul secara informal, misalnya jamuan makan malam.
- Press Luncheon –jamuan makan siang.
- Maintenance Lobby — misalnya minum kopi
bersama, nonton bareng.
- Press Tour — mengajak wartawan
berkunjung ke suatu tempat.
Tips Konferensi Pers
- Tentukan isu bernilai berita.
- Tetapkan juru bicara.
- Siapkan Media Kit/Press Kit,
termasuk Press Release.
- Siapkan sarana presentasi,
misalnya LCD Projector.
- Susun daftar undangan.
- Tenentukan waktu dan tempat.
Tips Siaran Pers
- Siaran pers dengan format
berita setengah jadi.
- Berpedoman pada rumus berita
5W+1H.
- Gunakan gaya penulisan
jurnalistik/bahasa
jurnalistik
- Ringkas, tidak lebih dari satu
halaman.
- Cantumkan nomor telepon dan
nama yang bisa dikonfirmasi (diwawancara).
Hubungan Media Era Internet
Kini era internet. Apakah media relations masih
dibutuhkan? Jawabannya, masih! Media massa masih menjadi sumber informasi terpercaya,
meskipun pihak instansi/perusahaan kini mampu publikasi sendiri informasi via
media internet, situs web, atau akun media sosialnya.
Namun, pola hubungan antara Humas (PR) dan wartawan
(media) menjadi lebih personal dan intens. Informasi perusahaan dapat
dikomunikasikan secara real time sekaligus beragam lewat akun
media sosial pribadi praktisi PR.
Selain itu, pengertian hubungan media juga meluas.
Dari yang semula hanya berupa hubungan dengan kalangan insan media, kini meluas
menjadi hubungan dengan netizen atau pengguna akun media sosial dan pengguna
website.
Keterampilan PR Practisioner atau stah Humas pun harus
dikembangkan dengan skills manajemen konten website dan media sosial.
Slide berikut ini menggambarkan tupoksi baru Humas di
Era Internet, termasuk tentang Internet Media Relations atau Hubungan Media Era
Digital.
Government Relations
Humas di Pemerintahan
Saat ini peran humas di institusi-institusi pemerintahan tidak bisa dipandang sebelah mata. Seiring dengan tuntutan reformasi termasuk reformasi dibidang birokrasi, pemerintah wajib menyelenggarakan aktifitasnya dengan memenuhi kriteria asas-asas pemerintahan yang baik. “Transparancy” menjadi salah satu ukuran dari suatu penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat berhak mengetahui informasi apapun dari pembuat dan pelaku kebijakan.
Mengutip definisi humas oleh Joice J Gordon yang diintisarikan dalam buku Effective Public Relation1) humas seharusnya memiliki fungsi dan peran mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik. Gordon merangkum tugas-tugas seorang humas pemerintah sebagai berikut:
1. memberi informasi konstituen tentang aktivitas agen pemerintah.
2. memastikan kerjasama aktif dalam program pemerintah; voting, curbside recycling, dan juga kepatuhan kepada program aturan-kewajiban menggunakan sabuk pengaman, aturan dilarang merokok.
3. mendorong warga mendukung kebijakan dan program yang ditetapkan; sensus, program pengawasan keamanan lingkungan, kampanye penyadaran akan kesehatan personal, bantuan untuk upaya pertolongan bencana.
4. melayani sebagai advokat publik untuk administrator pemerintah; menyampaikan opini publik kepada pembuat keputusan, mengelola isu publik didalam organisasi serta meningkatkan aksesibilitas publik ke pejabat administrasi.
5. mengelola informasi internal; menyiapkan newsletter organisasi, pengumuman elektronik, dan isi dari dari situs internet organisasi untuk karyawan.
6. memfasilitasi hubungan media-menjaga hubungan dengan pers lokal; bertugas sebagai saluran untuk semua pertanyaan media; memberitahu pers tentang organisasi dan praktiknya serta kebijakannya.
7. membangun komunitas dan bangsa; menggunakan kampanye kesehatan publik dengan dukungan pemerintah dan program keamanan publik lainnya serta mempromosikan berbagai program sosial dan pembangunan.
Humas dipemerintahan dengan demikian dapat disimpulkan menjadi pemberi informan kepada masyarakat sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini bisa dipahami karena pemerintah adalah agen dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat memberikan haknya untuk diwakilkan kepada orang-orang pemerintahan agar bisa diselenggarakan dengan sebaik-baiknya. Maka suatu kewajaran apabila pemerintah harus tetap terhubung dengan masyarakat dan setiap aspeknya menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Humas menjadi palang pintu bagi hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan publik atau masyarakat.
Tugas dan Fungsi Humas pemerintahan
Tugas dan Fungsi Humas pemerintahan
1. Tugas Humas ;
Rosady Ruslan mengemukakan empat macam tugas pokok humas pemerintah adalah sebagai berikut
a. Mengamati dan mempelajari tentang hasrat, keinginan-keinginan dan aspirasi yang terdapat dalam masyarakat
b. Kegiatan memberikan nasihat/sumbang saran untuk menanggapi apa yang sebaiknya dilakukan oleh instansi/lembaga pemerintah seperti yang dikehendaki oleh pihak publiknya.
c. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang diperoleh antara hubungan publik dengan para aparat pemerintahan.
c. Kemampuan untuk mengusahakan terjadinya hubungan memuaskan yang diperoleh antara hubungan publik dengan para aparat pemerintahan.
d. Memberikan penerangan/informasi tentang apa yang telah diupayakan oleh suatu lembaga/instansi pemerintah yang bersangkutan.
2. Fungsi Humas
• Pembinaan hubungan antar departemen, lembaga negara dan lembaga masyarakat.
• Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan bahan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan departemen untuk informasi kepada masyarakat.
• Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan bahan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan departemen untuk informasi kepada masyarakat.
• Pembinaan hubungan kerjasama media massa dan pembinaan jabatan/pranata kehumasan.
Bertolak dari fungsi humas diatas maka Rosady Ruslan mengemukakan empat macam fungsi pokok humas pemerintah adalah sebagai berikut :
• Mengamankan kebijaksanaan pemerintah.
Bertolak dari fungsi humas diatas maka Rosady Ruslan mengemukakan empat macam fungsi pokok humas pemerintah adalah sebagai berikut :
• Mengamankan kebijaksanaan pemerintah.
• Memberikan pelayanan dan menyebarluaskan pesan/informasi mengenai kebijaksanaan dan hingga program-program kerja secara nasional kepada masyarakat.
• Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif, dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah di satu pihak dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak.
• Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif, dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah di satu pihak dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak.
• Berperan serta dalam menciptakan iklim yang kondusif dan dinamis demi mengamankan stabilitas dan keamanan politik pembangunan nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Langganan:
Postingan (Atom)






